Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Konsep Abstraksi dan Representasi Data pada Sistem Komputer

Konsep Abstraksi dan Representasi Data

Jaringan Sibuk. Sistem Komputer adalah kumpulan perangkat-perangkat komputer yang saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain untuk melakukan proses pengolahan data, sehingga dapat menghasilkan informasi yang diharapkan oleh penggunanya.

Konsep Abstraksi Data

Konsep abstraksi data adalah proses representasi data dan program dalam bentuk sama dengan pengertiannya, dengan menyembunyikan rincian/ detil dari implementasi.

Abstraksi data adalah tingkatan pengguna dalam memandang bagaimana sebenarnya data diolah dalam sebuah sistem database. 

Abstraksi data bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam penggunaan data dan dengan kontrol akses dapat menutup rincian yang tak penting dari unit di luar lampiran yang dipakai.

Introduksi Tipe Data Abstraksi

Sebuah tipe data abstrak merupakan tipe data yang dapat didefinisikan oleh user (user-defined) yang memenuhi dua kondisi berikut:

  • Representasi objek dari tipe disembunyikan dari unit program yang menggunakan object, maka mungkin hanya operasi yang tersedia pada definisi tipe. Keuntungan dari abstraksi data:
    • Reliability
    • Mengurangi jangkauan dari variabel dan kode yang harus diperhatikan oleh programmer
    • Konflik akibat penamaan berkurang
  • Deklarasi tipe dan protocol operasi pada tipe objects tersedia pada unit sintatik tunggal. Unit program lainnya hanya memperbolehkan untuk membentuk variabel yang tipenya terdefinisikan. Keuntungan dari abstraksi data:
    • Memberikan metode dari organisasi program
    • Aids modifiability (semua yang terkait struktur data selalu bersama)
    • Kompilasi terpisah

Parameterized Abstract Data Types

Penggunaan parameterized abstract data types sangat mempermudah pekerjaan.

Contohnya, kita dapat mendesain sebuah tumpukan dari tipe data abstrak yang dapat menyimpan elemen tipe scalar dibandingkan daripada menulis tumpukan abstraksi secara terpisah untuk tipe scalar yang berbeda.

Contoh parameterized abstract data types pada C++:

  • Sebuah tipe data abstrak parameter berarti bahwa tipe data generik
  • Ada dan C ++ memungkinkan untuk generik atau parameter tipe data abstrak
  • Generik jenis ini dianggap template.
  • Constructor, berfungsi sebagai inisialisasi sebuah data dari suatu instance. Dalam class harus dibuat.
  • Destructor, berfungsi sebagai penghancur sebuah data dari suatu constructor. Dalam class harus dibuat jika tidak di buat maka memori akan penuh karena data tidak pernah di hancurkan.

Konstruksi Encapsulation

Dalam bahasa pemrograman, enkapsulasi digunakan untuk merujuk kepada salah satu dari dua konsep terkait tetapi berbeda, dan kadang-kadang untuk kombinasi daripadanya:

  • Mekanisme bahasa untuk membatasi akses langsung ke beberapa komponen objek.
  • Konstruksi bahasa yang memfasilitasi bundling data dengan metode (atau fungsi lainnya) yang beroperasi pada data tersebut.

Enkapsulasi adalah pengelompokan subprogram dan data yang mereka memanipulasi. 

Sebuah enkapsulasi menyediakan sebuah sistem abstrak dan organisasi logis untuk koleksi perhitungan terkait.

Mereka sering ditempatkan di perpustakaan dan tersedia untuk digunakan kembali dalam program lain daripada yang digunakan mereka ditulis.

Nested Subprogram

Mengatur program dengan membuat definisi subprogram yang bersarang (nested) dalam subprogram yang lebih besar untuk digunakan. 

Nested subprogram didukung pada bahasa pemograman Ada, Fortran 95+, Phyton, Java Script dan Ruby.

Naming Encapsulation

Penamaan enkapsulasi mendefinisikan lingkup nama yang membantu dalam menghindari ini nama konflik.

Konsep Representasi Data

Data adalah bilangan biner atau informasi berkode biner lain yang dioperasikan untuk mencapai beberapa hasil penghitungan penghitungan aritmatik, pemrosesan data dan operasi logika. 

Adapun beberapa tipe data, yaitu sebagai berikut:

  • Data numerik, merepresentasikan integer dan pecahan fixed-point, real floating-point dan desimal berkode biner.
  • Data logikal, digunakan oleh operasi logika dan untuk menentukan atau memeriksa kondisi seperti yang dibutuhkan untuk instruksi bercabang kondisi.
  • Data bit-tunggal, untuk operasi seperti SHIFT, CLEAR dan TEST.
  • Data alfanumerik, data yang tidak hanya dikodekan dengan bilangan tetapi juga dengan huruf dari alpabet dan karakter khusus lainnya.

Sistem Bilangan

Ada beberapa sistem bilangan yang digunakan dalam sistem digital. 

Yang umum adalah sistem bilangan desimal, oktal, heksadesimal dan biner.

  • Biner (radiks/ basis 2)
    • Notasi : (n)2
    • Simbol : angka 0 dan 1
  • Oktal (radiks/ basis 8)
    • Notasi : (n)8
    • Simbol : angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
  • Desimal (radiks/ basis 10)
    • Notasi : (n)10
    • Simbol : angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
  • Heksadesimal (radiks/ basis 16)
    • Notasi : (n)16
    • Simbol : angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B, C,D,E,F

Sistem yang biasa digunakan dan familiar dengan kita sehari-hari adalah sistem bilangan desimal. 

Bilangan desimal ini sering juga disebut basis 10. 

Kesepuluh lambang tersebut adalah sebagai berikut:

D = { 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 }

Demikian penjelasan singkat tentang Konsep Abstraksi dan Representasi Data pada Sistem Komputer, semoga dapat bermanfaat.

Terima Kasih.

Post a Comment for "Konsep Abstraksi dan Representasi Data pada Sistem Komputer"