Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Overview Proyektor

Proyektor

Jaringan Sibuk. Proyektor adalah suatu piranti optikal yang digunakan untuk memproyeksikan berkas-berkas cahaya.

Secara spesifik, proyektor adalah suatu aparatus berlensa yang memproyeksikan atau menyorotkan slides atau film dalam jarak beberapa meter ke suatu permukaan rata, biasanya berbentuk suatu layar yang lebar. 

Proyektor menggunakan lampu optik sebagai sumber cahayanya.

Overview Proyektor dan Fungsinya

Proyektor umumnya digunakan sebagai alternatif dari monitor atau televisi ketika mempertunjukkan video atau citra ke suatu kelompok besar orang.

Proyektor bervariasi dalam bentuk dan ukuran, dengan panjang dan lebar dalam ukuran beberapa puluh cm dan tinggi beberapa cm. 

Ia dapat dipasang menggantung di langit-langit atau berdiri bebas atau portabel.

Proyektor yang terpasang di langit-langit biasanya berukuran lebih besar, terutama proyektor yang menyorotkan objek dalam jarak cukup jauh (9 meter atau lebih). 

Proyektor ini banyak ditemukan di ruang-ruang kelas dan di ruang-ruang konferensi. 

Proyektor portabel berukuran lebih kecil dan dapat dibawa ke mana-mana. 

Pada umumnya proyektor memiliki banyak sumber input, seperti port HDMI, port VGA, dan port USB. 

Beberapa proyektor mendukung penggunaan Wi-Fi dan Bluetooth.

Tipe proyektor paling umum saat ini adalah proyektor yang dikenal sebagai proyektor video. 

Proyektor video merupakan piranti digital pengganti dari tipe-tipe proyektor pendahulunya, seperti slide projectors dan overhead projectors. 

Tipe proyektor terbaru adalah handheld projectors yang menggunakan berkas-berkas cahaya laser atau berkas-berkas cahaya LED (Ligt Emitting Display) untuk menyorotkan objek. 

Proyektor ini berukuran kecil dan lebih ringan serta memiliki pegangan tangan.

Sorotannya sulit dilihat ketika ada cahaya sekelilingnya terlalu banyak, lebih ringan serta memiliki pegangan tangan. Sorotannya sulit dilihat ketika ada cahaya sekelilingnya terlalu banyak.

Proyektor berkualitas tinggi berharga jutaan rupiah. Lampunya saja dapat berharga ratusan ribu rupiah. 

Namun, dengan adanya teknologi modern terutama teknologi sumber cahaya LCD (Liquid Crystal Display) dan LED (Light Emitting Display) telah menurunkan harga proyektor ini menjadi lebih murah.

Metode dan Teknologi Proyeksi

Pada umumnya proyektor dapat digunakan untuk proyeksi belakang atau proyeksi depan. Perbedaannya terletak pada layarnya. 

Layar untuk proyeksi depan biasanya dapat berbentuk permukaan rata yang padat dan berwarna putih. 

Layar untuk proyeksi belakang berupa permukaan rata yang transparan atau semi transparan berwarna abu-abu. 

Proyektor dengan proyeksi depan mengirimkan citra dari posisi audiens ke bagian depan layar. 

Sejauh ini, proyeksi depan adalah cara yang paling umum digunakan, karena tidak memerlukan ruang kosong di bagian belakang layar.

Proyektor dengan proyeksi belakang mengirimkan citra ke arah audiens dari balik layar. 

Cara ini tidak begitu dipengaruhi oleh cahaya sekelilingnya dan seringkali menyediakan kontras yang lebih baik. 

Proyeksi belakang umumnya digunakan di luar ruangan atau di tempat-tempat komersil di mana ruang tidak menjadi isu.

Dalam dunia proyeksi digital, ada empat teknologi proyektor utama: DLP, LCD, LED, dan LCoS. 

  • DLP projector, DLP kependekan dari Digital Light Processing, menggunakan suatu chip yang terdiri dari cermin-cermin mikroskopik dan roda warna berputar untuk menghasilkan suatu citra. 
  • LCD projector memanfaatkan liquid crystal displays dari pada komponen-komponen bergerak seperti yang ada pada DLP projector. 
  • LED projectors menggunakan sumber cahaya LED (Light Emitting Diode).
  • LCoS (Liquid Crystal on Silicon) projector, sepertinya merupakan hibrid dari DLP-LCD yang menggunakan liquid crystal chips dan mirrored backing.

Kemudian, ada juga laser projector yang berbdeda dari proyektor berbasis lampu dalam hal ia menggunakan solid state laser sebagai sumber cahayanya yang bukan berupa lampu.

Output cahaya pada DLP projector cenderung kuat, dan cocok untuk atmosfir dengan cahaya ambien (cahaya sekeliling) seperti ruang kelas dan ruang konferensi. Juga, kualitas akurasi warnanya bagus. 

Gerakan yang kabur (motion blur) juga bukan masalah besar pada DLP projector. Ia mampu memproduksi gambar yang segar (crisp) dan tajam ketika dihadapkan pada sekuen gerakan cepat. 

Namun demikian, DLP projector bisa terganggu dengan hadirnya efek artifacting di mana objek-objek cerah dapat melepaskan tampakan seperti jejak cahaya.

Efek ini tidak terjadi pada DLP projector yang memiliki tiga chip DLP, tetapi DL projector dengan satu chip DLP masih mengalami efek artifacting.

Teknologi LCD (liquid crystal display) masih populer sebagai teknologi proyeksi.

LCD projector dilengkapi dengan tiga panel LCD yang menghasilkan gambar dalam perpaduan tiga warna utama: merah, biru, dan hijau. 

Ketiga warna ini secara simultan diproyeksikan sehingga gambar yang dihasilkan tertampilkan dalam pewarnaan penuhnya.

Umumnya LCD projector murah untuk dioperasikan, karena ia menghindari komponen-komponen bergerak. 

Umur lampunya juga biasanya lebih lama dari umur lampu DLP projector.

Akurasi warnanya sangat baik dan konsumsi daya listriknya sangat rendah, serta lumens – nya dapat sangat tinggi.

Efek artifacting juga terjaga pada level yang minimum, namun motion blur tetap menjadi masalah.

LED merupakan terma umum dalam teknologi pencahayaan. 

Sementara DLP projector dan LCD projector mengacu ke teknologi proyeksi, LED berkonsentrasi pada sumber cahaya.

LED projector mungkin saja menggunakan teknologi DLP atau LCD.

Namun alih-alih menggunakan lampu tradisional, LED projector menggunakan lampu berefisiensi tinggi yang secara substansial menaikkan umur lampunya.

Proyektor
Gambar 1

Tidak seperti proyektor-proyektor lainnya yang umur lampunya sekitar 1000 sampai - 5000 jam, LED projector umur lampunya bisa mencapai 20.000 jam.

Level hitam, motion blur, dan akurasi warna, serta efek artifacting tergantung pada sumber proyeksi yang mendasarinya. 

Namun, perawatan LED projector bisa minimal karena adanya desain yang tidak berfilter dan umur lampunya yang lama.

LCoS, atau liquid crystal on silicon, hadir sebagai semacam gabungan antara LCD dan DLP. sebagai intinya, LCoS menggunakan liquid crystal chips yang memiliki reflective backing serupa dengan DLP. 

Namun, LCoS projector melewatkan cahaya melalui LCD panels yang termodulasikan oleh liquid crystals. 

Karena itu, LCoS adalah teknologi reflektif yang memanfaatkan LCD daripada cermin. 

LCoS projector memiliki resolusi sangat tinggi, bahkan SVGA LCoS projector tidak pernah ada. Tetapi ada trade-off nya, yaitu berat. 

LCoS projector paling ringan memiliki berat di atas 4,5 kg. DLP, LCD, dan LED projector jauh lebih portabel/ ringan daripada LCoS projector. 

LCoS projector memiliki kualitas proyeksi dengan gambar sangat bagus dan reproduksi warna dan level hitam yang menawan. 

Sayangnya, motion blur, seperti pada LCD projector, masih menjadi masalah, meskipun efek artifacting hampir tidak ada.

Secara tradisional, lampu masih merupakan sumber cahaya untuk proyektor pada umumnya. Ini masih tetap benar untuk DLP, LCD, LED, dan LCoS projector.

Namun, laser projector mulai menggantikan lampu dalam proyektor dan mungkin saja menjadi metoda proyeksi di masa depan. 

Kualitas gambarnya fantastik dan laser berumur lebih panjang bahkan jika dibandingkan dengan umur lampu LED projector yang saat ini dinyatakan energy-efficient. 

Serupa dengan LED projector, laser projector masih menggunakan LCD, DLP, atau LCoS chip.

Konsentrasi LCoS projector bukan pada teknologi proyeksinya, namun pada sumber cahayanya. 

Sementara proyektor standard yang berpusat pada lampu, masih menggunakan pencahayaan RGB (Red Green Blue) untuk mereproduksi warna, laser projector menggenerasi warna-warna yang presisi yang diperlukan oleh gambar. 

Hal ini menghasilkan efisiensi energi yang lebih baik, dan bahkan memungkinkan bagi laser projector untuk mendapatkan tingkat kecerahan yang lebih tinggi, jauh lebih cerah dari pada DLP, LCD, or LCoS projector. 

Dengan semua kelebihan ini ada trade-off nya, yaitu harga. Laser projector sangat mahal, jauh lebih mahal dari DLP, LCD, or LCoS projector.

Lumens

Setiap proyektor memiliki sumber cahaya berupa Every projector has a light source, terutama berupa lampu proyektor, meski sumber cahaya lain seperti laser juga digunakan. 

Sumber cahaya ini menghasilkan cahaya terang yang kuat yang diarahkan ke panel LCD (Liquid Crystal Display), LED (Light Emitting Display), atau panel DLP proyektor yang bersangkutan panel untuk menghasilkan citra yang akan diproyeksikan. 

Tanpa cahaya ini, tidak ada yang dapat diproyeksikan. DLP (Digital Light Processing) adalah pemrosesan cahaya digital, suatu teknologi yang digunakan dalam projeksi projektor dan televisi.

Lumens atau ANSI lumens (ANSI: American National Standards Institute) adalah ukuran kecerahan dari suatu sumber cahaya. 

Dalam hal proyektor, ia merupakan ukuran kuat kecerahan cahaya untuk cahaya proyektor yang bersangkutan. 

Lebih tinggi lumens berarti lebih kuat kecerahan cahayanya.

Proyektor 4000 lumens lebih kuat kecerahan cahayanya dibandingkan dengan proyektor 2500 lumens.

Lingkungan presentasi berbeda-beda. Satu aspek kritikal yang berpengaruh terhadap kuat kecerahan cahaya proyektor adalah kehadiran cahaya di sekelilingnya (ambient light), entah itu berupa cahaya natural atau cahaya terpasang pada lingkungan yang bersangkutan. 

Aspek penting lainnya yang berpengaruh terhadap kuat kecerahan cahaya proyektor adalah ukuran layar sorot, jarak sorot, dan rasio sorotnya (throw ratio).

Semakin besar layar sorot, jarak sorot, dan rasio sorotnya semakin tinggi proyektor lumens yang diperlukan.

Throw Ratio menunjukkan ukuran gambar seperti apa yang dapat diproyeksikan dari suatu jarak tertentu.

Throw Ratio = Throw Distance / Image Width

Throw Distance : jarak antara lensa proyektor dengan gambar yang diproyeksikan (projected image).

Image Width : ukuran dari gambar yang diproyeksikan (projected image).

Proyektor
Gambar 2

Sumber: “Understanding Projector Throw Ratio”. https://guide.lightform.com/hc/enus/articles/360007255294-Understanding-Projector-Throw-Ratio

Poinnya adalah semakin kuat cahaya sekeliling tempat presentasi dan semakin besar ukuran layar sorot, jarak sorot, dan rasio sorotnya (throw ratio) semakin banyak kuat kecerahan cahaya proyektor yang diturunkan dan semakin pudar objek yang disorotkan.

Dampaknya adalah kualitas objek yang disorotkan semakin menurun. Namun, dengan projector lumens yang sesuai dampak ini dapat dikurangi.

Di ruangan-ruangan kecil yang gelap proyektor 1500 sampai 2500 lumens mencukupi.

Di ruangan-ruangan yang kuat cahaya sekeliling tempat presentasinya rendah atau bisa direndahkan/ dipadamkan, serta ukuran layar sorot, jarak sorot, dan rasio sorotnya (throw ratio) tidak begitu besar, proyektor 3000 sampai 3500 lumens secara umum mencukupi. Ruangan ini dapat berupa ruang kelas, ruang pertemuan kecil, atau ruang keluarga.

Di ruangan-ruangan besar seperti auditorium diperlukan proyektor 4000 sampai 5000 lumens.

Ruangan-ruangan terbuka dengan cahaya sekeliling cukup kuat dan jarak sorot jauh memerlukan proyektor 5000 sampai 7000 lumens.

Tempat-tempat terbuka yang sangat besar, seperti stadium, memerlukan proyektor lumens yang sangat tinggi, bahkan bisa sampai 20.000 lumens.

Demikianlah pembahasan tentang Overview Proyektor, semoga dapat bermanfaat.

Terima Kasih.

Post a Comment for "Overview Proyektor"