Widget HTML #1

Pendidikan dan Profesi Baru di Era Digital

Pendidikan dan Profesi


Jaringan Sibuk -  Pendidikan dan Profesi Baru di Era Digital adalah tema atau judul pada artikel kali ini.

Pada kesempatan ini Admin akan membagikan informasi seputar Pendidikan dan Profesi Baru di Era Digital untuk Anda semua yang telah mengunjungi blog ini.

Peserta didik yang telah lulus SMA/ SMK dihadapkan pada pilihan kuliah, bekerja atau wirausaha. 

Di era digital saat ini telah membuka banyak peluang baru pekerjaan bagi generasi Z dengan adanya perangkat digital untuk belajar dan komunikasi. 

Data yang dirilis McKinsey Global Institute tahun 2012, Indonesia membutuhkan sekitar 58 juta tenaga kerja terampil pada tahun 2030. 

Sebaliknya, 23 persen terjadi penurunan penduduk usia kerja di Eropa pada 2010 sampai 2050 akibat ageing society (McKinsey Global Institute, 2012).

Berikut ini adalah ragam pekerjaan/ profesi baru yang muncul di era digital berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) tahun 2018:

1. Data Analysts and Scientists

Orang yang ahli memproses dan menterjemahkan data algoritma ke laporan data angka yang mudah dimengerti.

2. AI and Machine Learning Specialists

Orang yang ahli dalam pemrograman komputer untuk melakukan pengecekan hipotesis, simulasi kognitif yang berfungsi menguji cara kerja pikiran manusia.

3. Big Data Specialists

Orang yang ahli dalam meninjau, menganalisis, dan melaporkan data besar yang disimpan, dan dikelola oleh suatu organisasi, dan berspesialisasi dalam analisis data besar atau analitik data besar.

4. Digital Marketing Specialists

Profesi Digital Marketing Specialist merupakan individu yang telah menguasai atau ahli dalam pekerjaan dalam dunia digital marketing serta telah mampu mengerjakan lingkup kerja di dalamnya.

5. New Technology Specialists

Profesi yang bertanggung jawab untuk inovasi, pertumbuhan, dan transformasi, meningkatkan bisnis dari bawah ke atas. 

Ini termasuk merancang dan menerapkan teknologi baru untuk mendorong perusahaan maju serta mengamankan tempat masa depan mereka di antara para pesaing.

6. Organizational Development Specialists

Profesi yang bekerja dalam mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan efektivitas organisasi dengan memanfaatkan dan mengelola sumber daya mereka secara efisien.

7. Software and Applications Developers and Analysts

Profesi untuk melakukan penelitian, merencanakan, merancang, menulis, menguji, memberikan saran, dan meningkatkan sistem teknologi informasi, seperti perangkat keras, perangkat lunak, dan aplikasi lain untuk memenuhi persyaratan tertentu. 

Mengevaluasi, merencanakan, dan merancang sistem internet, intranet, dan multimedia.

8. Information Technology Services

Perancangan, pengembangan, aplikasi, implementasi, dukungan, dan pengelolaan sistem informasi berbasis komputer yang berkaitan langsung dengan tugas-tugas dalam lingkup pekerjaan.

9. Process Automation Specialists

Ahli teknologi informasi yang bertugas mengembangkan dan merancang sistem perangkat lunak baru untuk meninjau, memperbaiki, memelihara, serta menguji sistem meningkatkan operasi bisnis.

10. Innovation Professionals

Profesi yang bertanggung jawab secara aktif berkontribusi, memimpin, dan mengatur upaya inovasi, serta untuk membangun kemampuan inovasi organisasi.

11. Information Security Analysts

Profesi yang bertugas sebagai gatekeeper atau penjaga keamanan sistem informasi. 

Para profesional ini merencanakan, melaksanakan langkah - langkah keamanan untuk melindungi sistem, dan jaringan komputer organisasi dari serangan siber.

12. E-commerce and Social Media Specialists

Profesi yang ahli dalam strategi penjualan online dan berbagai platform yang digunakan untuk melakukan penjualan atau konversi digital di situs web

Tujuan utama mereka adalah untuk meningkatkan kehadiran perusahaan dan pengetahuan serta pasar produknya di platform online.

13. Human-Machine Interaction Designers

Ahli dalam merancang interaksi manusia-komputer dengan memanfaatkan data pengguna, penelitian, dan konsep interaksi pengalaman relevan bagi penggunanya. 

Strategi ini dipecah menjadi konsep interaksi emosional dan fisik untuk memastikan bahwa pengguna menemukan produk yang menarik namun mudah.

14. Training and Development Specialists

Profesi spesialis dalam mengelola program yang meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan mereka. 

Mereka menghabiskan banyak waktu mereka bekerja dengan orang-orang, memberikan presentasi, dan memimpin kegiatan pelatihan.

15. Robotics Specialists and Engineers

Profesi pemrogram otomatisasi untuk pengembangan robotika. 

Mereka yang bekerja untuk produsen robot juga disebut insinyur sistem otomasi atau insinyur pengujian robotika.

16. People and Culture Specialists

Profesi spesialis yang mengimplementasikan program, manajemen, dan analitik database fungsi sumber daya manusia serta proses rekrutmennya.

17. Digital Marketing and Strategy Specialists

Spesialis yang bertanggung jawab untuk membantu mempertahankan merek dengan mengerjakan kampanye pemasaran. 

Tugas mereka termasuk melakukan riset pasar, menyusun strategi dengan profesional pemasaran lainnya, dan membuat konten untuk membantu keberhasilan kampanye pemasaran.

Sebagaimana laporan bertajuk 'Automation and the future of work in Indonesia' yang dirilis September 2019 menyebutkan akan ada 23 juta pekerjaan di Indonesia yang tergantikan robot pada 2030. 

Meski begitu, ada 27-46 juta pekerjaan baru yang tercipta yang mana 10 juta di antaranya pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya, dan diprediksi e-commerce akan melahirkan 26 juta pekerjaan baru (McKinsey & Company, 2019).

Peserta didik SMA/ SMK saat ini, sekolah diharapkan menjadi bagian dari tumbuh-kembangnya era digital yang telah banyak mengubah dimensi pekerjaan.

Pekerjaan yang sebelumnya offline menjadi online yang bisa dilakukan kapan dan dimana saja. 

Pengetahuan dasar dan kompetensi teknologi digital media sosial atau media online menjadikan peserta didik lebih produktif daripada konsumtif. 

Peserta didik ramah digital terwujud jika menguasai dan memanfaatkan untuk berkreasi, berproduksi pada konten - konten positif, dan menyebarluaskannya. 

Nilai tambah ini menjadi salah satu kualitas yang tidak ditemui di generasi sebelumnya dan harus diapresiasi. 

Guru sebagai mentor sangat memberikan dampak untuk membimbing peserta didik menemukan apa yang menjadi bakat dan minatnya di era digital. 

Fasilitasi dan pendampingan yang baik berdampak pada masa depan generasi Z yang lebih baik.

Demikian informasi di atas tentang Pendidikan dan Profesi Baru di Era Digital yang telah Admin bagikan kepada Anda, semoga dapat bermanfaat.

Terima Kasih.

Post a Comment for "Pendidikan dan Profesi Baru di Era Digital"